#menubar{ width:900px; height:32px; background:#de360f; margin: 0 auto; } #menubar ul{ float:left; margin:0; padding:0; } #menubar li{ float:left; list-style:none; margin:0; padding:0; } #menubar li a, #menubar li a:link{ border-right:1px solid #F0512D; float:left; padding:8px 12px; color:#fff; text-decoration:none; font-size:13px; font-weight:bold; } #menubar li a:hover, #menubar li a:active, #menubar .current_page_item a { color:#ffa500; text-decoration:underline; } #menubar li li a, #menubar li li a:link, #menubar li li a:visited{ font-size: 12px; background: #de360f; color: #fff; text-decoration:none; width: 150px; padding: 0px 10px; line-height:30px; } #menubar li li a:hover, #menubar li li a:active { background: #F0512D; color: #ffa500; } #menubar li ul{ z-index:9999; position:absolute; left:-999em; height:auto; width:170px; margin-top:32px; border:1px solid ##F0512D; } #menubar li:hover ul, #menubar li li:hover ul, #menubar li li li:hover ul, #menubar li.sfhover ul, #menubar li li.sfhover ul, #menubar li li li.sfhover ul{ left:auto } #menubar li:hover, #menubar li.sfhover{ position:static }

Rabu, 18 September 2013

Miss World Merendahkan Wanita


Written by | Selasa, 10 September 2013 | 0
massa-fpi-demo-tolak-ajang-miss-world-di-bundaran-hi-007-debby

Liputan Khusus Diskusi Aktual Pesantren Media Rabu, 4 September 2013

Rabu, 4 September 2013. Sama seperti minggu-minggu sebelumnya, Pesantren Media kembali mengadakan diskusi aktual, tentunya untuk membahas permasalahan-permasalahan yang sedang hangat dibicarakan atau diperdebatkan di media massa. Dengan harapan dapat menemukan sebuah ‘solusi’ yang tepat sesuai dengan Syariah Islam.
Akhir-akhir ini, di televisi-televisi dan media massa lainnya sedang heboh memberitakan terkait ‘Miss World’, dimana Indonesia menjadi tuan rumah pada ajang tersebut. Hal ini menimbulkan banyak pro dan kontra dari berbagai kalangan. Ada yang sangat menolak dan ngotot agar pemerintah membatalkan acara tersebut namun ada pula yang mendukung keras terselenggaranya ajang tersebut.  Oleh karena itu Pesantren Media mengambil tema ‘Miss World merendahkan wanita’ untuk diskusi aktual pekan ini.
Seperti biasa, dan selalu sama, diskusi aktual diadakan di Pesantren Media, dimulai pada pukul 10:30 dan diikuti oleh seluruh santri-santriwati Pesantren Media.
Namun yang berbeda dengan biasanya adalah sang moderator. Jika biasanya yang menjadi moderator adalah Santri Ikhwan, maka untuk kali ini yang ditunjuk adalah santri Akhwat, yaitu Neng Ilham.
Diskusi pun dimulai setelah moderator dan notulen siap. Tak ada prolog atau kalimat-kalimat pembuka dari moderator untuk mengawali diskusi inni, Neng Ilham hanya membukanya dengan salam kemudian langsung memberi kesempatan kepada seluruh peserta diskusi untuk bertanya terkait tema yang sedang dibicarakan.
Nampaknya banyak santri yang bertanya, terutama akhwat. Hampir dari semua akhwat mengangkat tangan.
Pertanyaan pun mereka bacakan satu-persatu. Dimulai dari pertanyaan-pertanyaan akhwat.
Yang pertama dibacakan adalah pertanyaan dari Fathimah. “Siapa saja yang akan berdosa jika miss world diadakan di negara muslim seperti Indonesia?”
Kemudian pertanyaan dari Icha. “Apakah benar miss world yang diadakan di Indonesia ini tidak menggunakan bikini?”
Pertanyaan dari Holifah. “Bagaimana sikap kita  sebagai remaja untuk menolak kontes Miss World ini?”
Selanjutnya adalah pertanyaan dari Novia. “Bagaimana Islam memandang acara miss world ini dan solusi apa yang paling tepat agar wanita muslimah di seluruh dunia bisa terhindar dari acara ini?”
Kemudian 2 Pertanyaan dari Nisa. “Apa hukumnya orang yang menghalangi aksi penolakan miss world? Dan apakah ada kegiatan seperti miss world di zaman nabi?”
Pertanyaan Alifa. “Apakah pantas acara miss world diadakan di negara yang mayoritas Islam seperti Indonesia?”
Pertanyaan dari Ela. “Menurut Produser RCTI, acara Miss World ini tidak akan merusak akhlak, bagaimana orang muslim menanggapi ini, padahal itu jelas-jelas akan merusak akhlak?”
Pertanyaan dari Putri. “Emangnya apa saja keuntungan jika sudah terpilih jadi Miss World?”
Lalu pertanyaan dari Daffa. “Tindakan apa saja yang harus dilakukan untuk menolak miss world?”
Pertanyaan dari Tia. “Apa alasan pemerintah mengizinkan terselenggaranya miss world di Indonesia?”
Pertanyaan dari Via. “Mengapa Indnesia dipiih menjadi tuan rumah  pada ajang miss world, padahal Indonesia adalah negara  mayoritas Islam?”
Kemudian pertanyaan dari Mila. “Bagaimana sikap warga Bogor mengenai miss world yang diadakan di sentul  bogor? Dan Apa sikap bupati bogor atas penolokan kontes miss world ini?”
Dan pertanyaan akhwat yang terakhir adalah dari Hanifah. “Siapa saja yang diuntungkan jika miss world jadi diadakan di Indonesia?”
Itulah sederet pertanyaan-pertanyaan dari santri akhwat Pesantren Media. Mulai dari pertanyaan serius hingga pertanyaan lawakan.
Setelah semua santri akhwat membacakan pertanyaan-pertanyaannya masing-masing, kini giliran ikhwan diminta untuk membacakan pertanyaan bagi mereka yang ingin bertanya.
Pertanyaan pertama berasal dari Fadlan. “Apakah miss world pernah diadakan di arab?”
Kemudian yang kedua dari Ihsan. “Apakah ada gerakan dari MUI tentang permasalah Miss world ini dan apa gerakannya?”
Perrtanyaan dari Umar. “Apa dampak positif dan dampak negatif dari digelarnya miss world?”
Selanjutnya pertanyaan dari Rizki. “Apakah menolak miss world termasuk berjihad di jalan Allah?”
Pertanyaan dari Qois. “Bagaimanakah cara kaum wanita menghindari miss world dan apa keuntungan missworld?”
Kemudian pertanyaan dari Difa. “Apa tujuan diadakannya kontes miss world?”
Pertanyaan dari Hawari. “Apa enaknya nonton miss world sehingga orang-orang banyak yang ingin nonton?”
Dan pertanyaan yang terakhir adalah dari Abdullah. “Bagaimana dengan para karyawan yang bekerja dalam proses miss world. Berdosakah?”
Itulah pertanyaan-pertanyaan yang telah dikumpulkan dari beberapa peserta dikusi yang telah bertanya. Seluruhnya berjumlah 21 pertanyaan. Jumlah ini merupakan jumlah yang sangat banyak, karena pada diskusi-diskusi sebelumnya belum pernah sebanyak ini.
Waktu semakin dekat menuju Dzuhur. Khawatir waktu yang dimiliki tidak cukup, maka hanya dipilih beberapa pertanyaan saja untuk dibahas.
Pertanyaan pertama yang dibahas adalah pertanyaan dari Via, ‘Mengapa indnesia dipiih menjadi tuan rumah pada ajang miss world, padahal Indonesia adalah Negara dengan mayoritas Islam’.
Usai petanyaan dibacakan oleh notulen. Moderator menawarkan dan memberi kesempatan kepada peserta untuk menjawab.
Cylpa mengangkat tangan, ia mulai menjawab. “Mungkin karena indonesia memiliki pulau-pulau yang indah, sehingga menjadi pertimbangan untuk menjadi tuan rumah. Atau juga karena Indonesia sudah tidak punya harga diri lagi.”
Tak mau ketinggalan, Rizki salah satu santri ikhwan juga memberi komentarnya. “Karena itu merupakan salah satu taktik orang Amerika untuk menghancurkan negara dengan penduduk umat Islam terbesari di dunia yaitu Indonesia.” Tandansnya.
Hawari juga tidak ketinggalan memberikan jawaban. “Karena perwakilan Indonesia pernah beberapa kali menang di beberapa kategori miss world, jadi untuk kali ini dipilih sebagai tuan rumah.”
Antusias peserta diskusi ternyata begitu tinggi. Banyak yang terlihat berani mengangkat tangan. Selanjutnya giliran Holifah menjawab, “karena tahun lalu ketika di singapura perwakilan miss world  indonesia masuk 3 besar, shingga untuk tahun ini Indonesia dipilih jadi tuan rumah.”
Kemudian lagi jawaban dari Tya, “karena pemerintah ingin mencari keuntungan dari wanita-wanita Indonesia dan tidak mempertimbangkan hak-hak wanita, mereka lebih memilih keuntungan daripada hak-hak wanita.”
Dan peserta terakhir yang menjawab adalah Ela. “Karena pemerintah Indonesia ingin mencari keuntungan yang besar.” Jawabnya.
Itulah beberapa jawaban dari teman-teman Pesantren Media. Berbagai macam jawaban dari sudut pandang mereka masing-masing.
Karena tak ada jawaban lain lagi. Dan pertanyaan pertama sudah dirasa cukup, maka diskusi pun dilanjutkan dengan pembahasan pertanyaan selanjutnya, yaitu pertanyaan dari Fadlan, yang bertanya ‘apakah Miss World pernah diadakan di Arab?’
Kurasa itu sebuah pertanyaan yang sangat tak bermutu. Biasanya pertanyaan semacam ini muncul saat tak ada pertanyaan lagi yang dapat mereka pikirkan. Atau mungkin ini adalah pertanyaan yang sangat penting bagi Fadlan. Ah, ini tergantung prespektif masing-masing. Yang pasti diskusi masih berlangsung.
Terlihat, hanya Hawari yang bersemangat menjawab pertanyaan dari Fadlan tersebut. “Belum pernah.” Ujarnya singkat namun mengena. Tentu saja karena hanya itu jawaban yang diperlukan, tak perlu sebuah ‘alasan’ untuk pertanyaan semacam ini. Tak ada lagi yang terlihat menjawab.
Diskusi dilanjutkan dengan pembahasan pertanyaan selanjutnya. Yaitu pertanyaan dari Holifah, “Bagaimana sikap kita  sebagai remaja untuk menolak kontes Miss World ini?”
Pertanyaan yang cukup bagus dan cocok untuk pembahasan kali ini. Dan Fathimah menjadi peserta pertama yang ingin menjawab pertanyaan tersebut.
“Bergabung menolak sebisanya, seperti membuat poster penolakan yang disebarkan ke internet dan lain-lain.” Jawaban singkat dari Fathimah, santri angkatan kedua jenjang SMP.
Kemudian jawaban juga terdengar dari salah satu santri akhwat, yaitu Tya. “Ikut memperjuangkan dan membela risalah Islam dengan cara bersatu.” Ujarnya dengan singkat.
Kemudian Hawari juga turut bergabung memeriahkan dan menyetorkan jawabannya. “Kita tolak, namun jika tetap diselenggarakan kita datangi panggungnya dan kita bakar. Selain itu juga dapat dilakukan dengan membuat poster, dan membuat tulisan mengenai penolakan Miss World.”
Jawaban lain juga teregar dari Nisa, salah satu santri akhwat angkatan ke 3 jenjang SMA. “Tidak mengikuti adat yang dipentaskan dalam ajang ini, dan tetap berusaha memasyarakatkan atau menyebarkan titik negatif dari miss world ini kepada masyarakat agar mereka tahu bahwa Miss World adalah ajang yang buruk.”  Jawabnya.
Beberapa jawaban dari para peserta nampaknya sudah dapat menjawab pertanyaan dari Holifah tersebut. Maka tak ada alasan untuk tidak bergerak, diksui berlanjut ke pertanyaan selanjutnya, pertanyaan yang datang dari Alifa, “apakah pantas acara miss world diadakan di negara yang mayoritas Islam seperti Indonesia?”
“Menurut saya tidak pantas, jelas-jelas orang-orang islam sendiri di Indonesia banyak yang menolak.” Jawab Novia menanggapi pertanyaan tersebut.
“Nggak pantes lah. Diadakan dimana aja juga tetap gak pantes.” Jawaban dari Hanifa dengan versinya sendiri.
Tak mau kalah, Via juga turut memberikan jawabannya. “Nggak pantas, yang bilang pantas itu mungkin karena mereka menganggap ajang tersebut dapat menaikkan harga diri Indonesia, padahal kenyatannya tidak.” Tandasnya.
Kemudian jawaban terakhir untuk pertanyaan tersebut dilontarkan oleh Mas Farid. Menurutnya, “jelas itu tidak pantas digelar dimanapun apalagi di indonesia yang penduduknya merupakan muslim terbesar di dunia, apa kata dunia jika muslim terbesar saja mau menerima ajang ini, tentu ini akan menimbulkan anggapan negatif dari negara-negara lain.”
Nampaknya, 4 jawaban dari Novia, Hanifa, Via, dan Mas Farid tersebut sudah cukup untuk menjawab pertanyaan dari Alifa tersebut. Tak ada pertanyaan lagi, tak ada sanggahan, dan tak ada komentar, maka diskusi dilanjutkan.
Selanjutnya yang akan dibahas adalah pertnyaan dari Tya, “apa alasan pemerintah mengizinkan Indonesia menjadi tuan rumah digelarnya ajang Miss World?”
Ada banyak jawaban yang terdengar dari teman-teman Pesantren Media. Pada intinya mereka menjawab bahwa pemerintah Indonesia inging mencari keuntungan dari ajang ini, ingin mengangkat citra Indonesia di mata dunia dan agar kebudayaan Indonesia semakin terkenal sehingga akan menambah keuangan Negara.
Pertanyaan masih banyak yang belum dijawab. Namun, waktu nampaknya tidak sesuai dengan jumlah pertanyaan yang ada. Hanya tersisa beberapa menit lagi menuju waktu Dzuhur. Maka untuk diskusi kali ini, diputuskan untuk menjawab satu pertanyaan lagi. Maka pertanyaan terakhir tersebut adalah pertanyan dari Novia, “bagaimana Islam memandang acara miss world ini dan solusi apa yang paling tepat agar wanita muslimah di seluruh dunia bisa terhindar dari acara ini?”
Untuk pertanyaan tersebut, semua sepakat bahwa ajang Miss World merupakan ajang haram yang seharusnya tidak diadakan di negara muslim atau di negara manapun. Karena tak ada alasan lagi untuk tetap mempertahankan kontes aurat tersebut.
Islam melarang kita menampakkan atau melihat aurat orang lain. Lantas, argumen apa lagi yang pantas untuk tetap mempertahankannya. Dan sangat tidak pantas jika acara tersebut sampai terjadi di Negara Indonesia. Solusi yang terbaik, tentu dengan memperbaiki sistem pemerintahannya terlebih dahulu, merubahnya dengan sistem khilafah, sistem pemerintahan yang telah diajarkan Nabi SAW.

Proses kehidupan Sesudah Hari Akhir


Setelah hari kiamat manusia akan dibangkitkan kembali untuk dimintai pertanggungjawaban tentang amal perbuatannya yang telah dilakukan selama masih hidup di dunia. Saat itu manusia akan melewati 6 proses untuk mengetahui manusia tersebut akan masuk surga atau neraka.
Pertama manusia yang mati akan memasuki alam kubur yaitu alam yang menjadi batas antara dunia dan akhirat. Di alam ini terjadi proses yang disebut “Yaumul Barzah”. Saat proses ini terjadi, manusia berada dalam penantian untuk menghadap Allah SWT dalam mempertanggungjawabkan amal yang dilakukan selama di dunia.
Selanjutnya manusia akan memasuki proses yang kedua yaitu “Yaumul Ba’ats” yang disebut juga hari berbangkit. Pada hari inilah semua manusia akan dibangkitkan dari alam kubur menuju alam maksyar.
Yang ketiga adalah “Yaumul Maksyar” atau bisa disebut juga dengan tempat yang luas berupa padang dimana para manusia yang dibangkitkan kembali dari kuburnya dan akan menunggu pengabdian yang hakiki dari Allah SWT.
Manusia akan memasuki proses yang keempat, “Yaumul Hisab” atau bisa juga disebut hari perhitungan, dimana seluruh amal perbuatan manusia selama masih hidup di dunia akan diperhitungkan. Seluruh anggota badan para manusia akan memberi kesaksian kecuali mulut yang dikunci, sehingga tidak akan ada pendustaan saat amal perbuatan manusia diperhitungkan di hadapan Allah SWT.
Yang kelima disebut hari penimbangan atau dengan kata lain “Yaumul Mizan”. Hari ini semua amal perbuatan manusia selama hidup di dunia akan ditimbang. Fingsi daripada penimbangan tersebut adalah untuk menentukan manusia akan masuk ke dalam surga atau neraka.
Untuk proses yang terakhir adalah “Yaumul Jaza’” atau hari pembalasan dimana pada hari ini manusia akan dibalas amal perbuatannya dengan surga atau neraka sesuai dengan yang dilakukannya selama di dunia. Jika selama di dunia mereka berbuat baik, maka perbuatan mereka akan dibalas dengan surga. Begitu pula sebaliknya, jika selama di dunia mereka berbuat jahat, maka perbuatan mereka akan dibalas dengan neraka.

Mengapa Menolak Kontes Miss World?


Konsep 3B, yakni Beauty (Kecantikan), Brain (Kecerdasan), dan Behavior (Kepribadian) adalah konsep dasar yang secara umum digunakan oleh berbagai lomba sebagai salah satu cara yang bertujuan untuk menaikkan derajat atau harkat dan martabat perempuan.
Selintas, konsep 3B ini memang terdengar sangat menarik. Namun jika ditelaah lagi, ada 1B yang menjadi sumber permasalahan, menjadi alasan berbagai penolakan terhadap kontes-kontes sejenis, dan yang paling hangat adalah penolakan terhadap diadakannya kontes Miss Worl di Indonesia bulan depan (September 2013).
Yup, Beauty…
Di titik inilah perbedaan yang sangat mendasar antara kontes Miss World (sebagai perwakilan kontes sejenis) dengan kontes-kontes lain yang memiliki tujuan yang sama, misalnya dengan kontes Beasiswa Kartini dan kontes Entrepreneur Wanita.
Dalam ajang kompetisi Miss World, kecantikan wajah dan keindahan tubuh perempuan adalah saringan utama untuk memilih peserta resmi.
Lantas mengapa hal ini menjadi masalah?
1. Rasialis
Secara halus atau tidak langsung, kontes kecantikan ini menjadi ajang “rasialis” antara ras yang cantik dengan yang tidak. Hal ini telah bersinggungan dengan hak azasi manusia perempuan, menyudutkan perempuan, hal yang malah jadi bertentangan dengan tujuan idealis diadakannya kegiatan ini.
2. Benturan Peradaban atau Pemikiran
Khususnya antara kalangan liberalis sekuler dengan kalangan beragama Islam. Dari sudut pandang Islam, kecuali wajah dan kedua telapak tangan perempuan, seluruh tubuhnya adalah aurat yang harus disembunyikan dari yang bukan muhrimnya.
Sedangkan kaum liberalis sekuler umumnya memandang kecantikan dan keindahan perempuan adalah anugerah yang pantas untuk diperlihatkan ke khalayak umum (total ataupun sebagian) sebagai wujud rasa syukur dan menerima keadaan tubuh apa adanya.
Sebagai mayoritas beragama Islam, adalah wajar kontes Miss World ini untuk ditolak diadakan di Indonesia.
3. Eksploitasi Bisnis
Merendahkan derajat perempuan dengan cara mengekploitasi kecantikan dan keindahannya untuk kepentingan bisnis, dengan kata lain menjadikannya sebagai produk yang dikormesialisasi.
Well Dear Readers…
Berdasarkan pemaparan di atas, sudah sepantasnya untuk menolak kontes Miss World. Penghilangan sesi bikini menjadi kebaya atau kain sarung, tetap saja tidak bisa dijadikan sebagai alasan untuk tetap mengadakannya di Indonesia.
Jika promosi wisata Indonesia dijadikan sebagai alasan, kecantikan dan keindahan alam serta keanekaragman kebudayaan Indonesia sudah lebih dari cukup untuk mempromosikannya ke seluruh dunia

Sabtu, 03 Agustus 2013

bedanya kepala desa dengan lurah

Kepala Desa, adalah pemimpin dari desa di Indonesia. Kepala Desa merupakan pimpinan dari pemerintah desa. Masa jabatan Kepala Desa adalah 6 tahun, dan dapat diperpanjang lagi untuk satu kali masa jabatan. Kepala Desa tidak bertanggung jawab kepada Camat, namun hanya dikoordinasikan saja oleh Camat. Jabatan Kepala Desa dapat disebut dengan nama lain, misalnya Wali Nagari (Sumatera Barat) , Pambakal (Kalimantan Selatan), Hukum Tua (Sulawesi Utara).

Istilah Lurah seringkali rancu dengan jabatan Kepala Desa. Memang, di Jawa pada umumnya, secara historis pemimpin dari sebuah Desa dikenal dengan istilah Lurah. Namun dalam konteks Pemerintahan Indonesia, sebuah Kelurahan dipimpin oleh Lurah, sedang Desa dipimpin oleh Kepala Desa. Tentu saja keduanya berbeda, karena Lurah adalah Pegawai Negeri Sipil yang bertanggung jawab kepada Camat; sedang Kepala Desa bisa dijabat siapa saja yang memenuhi syarat (bisa berbeda-beda antar Desa) yang dipilih langsung oleh rakyat melalui Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).


PTN di Indonesia wilayah 4

Kode PTN Nama Perguruan Tinggi Wilayah IV Nama Panlok Kode Panlok
80 UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR  MAKASSAR UNM 80
81 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN  MAKASSAR UNM 80
82 UNIVERSITAS HASANUDDIN  MAKASSAR UNHAS 82
83 UNIVERSITAS TADULAKO  PALU 83
84 UNIVERSITAS HALUOLEO  KENDARI 84
85 UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO  GORONTALO 85
86 UNIVERSITAS NEGERI MANADO  TONDANO 86
87 UNIVERSITAS SAM RATULANGI  MANADO 87
93 UNIVERSITAS PATTIMURA  AMBON 93
94 UNIVERSITAS CENDERAWASIH  JAYAPURA 94
95 UNIVERSITAS KHAIRUN  TERNATE 95
96 UNIVERSITAS NEGERI PAPUA  MANOKWARI 96
98 UNIVERSITAS MUSAMUS MERAUKE  MERAUKE 98

PTN di Indonesia wilayah 3

Kode PTN Nama Perguruan Tinggi Wilayah III Nama Panlok Kode Panlok
50 UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA  SURABAYA 50
51 INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER  SURABAYA 50
52 UNIVERSITAS AIRLANGGA  SURABAYA 50
53 UNIVERSITAS TRUNOJOYO  SURABAYA 50
54 IAIN SUNAN AMPEL  SURABAYA 50
55 UNIVERSITAS NEGERI MALANG  MALANG 55
56 UNIVERSITAS BRAWIJAYA  MALANG 55
57 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MALANG  MALANG 55
58 UNIVERSITAS JEMBER  JEMBER 58
63 UNIVERSITAS UDAYANA  DENPASAR 63
64 UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA  SINGARAJA 64
65 UNIVERSITAS MATARAM  MATARAM 65
66 UNIVERSITAS NUSA CENDANA  KUPANG 66
73 UNIVERSITAS PALANGKARAYA  PALANGKARAYA 73
75 UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT  BANJARMASIN 75
77 UNIVERSITAS MULAWARMAN  SAMARINDA 77
78 UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN  SAMARINDA 77


PTN di Indonesia wilayah 2

Kode PTN Nama Perguruan Tinggi Wilayah II Nama Panlok Kode Panlok
41 UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN  PURWOKERTO 41
42 UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG  SEMARANG 42
43 UNIVERSITAS DIPONEGORO  SEMARANG 42
44 UNIVERSITAS SEBELAS MARET  SURAKARTA 44
45 IAIN WALISONGO  SEMARANG 42
46 UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA  YOGYAKARTA 46
47 UNIVERSITAS GADJAH MADA  YOGYAKARTA 46
48 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA  YOGYAKARTA 46